Daftar Judul Penelitian Tentang Raja Ali Haji

Berdasarkan penelusuran kepustakaan yang dikemukakan oleh Muhammad Lazim and Zulfan Efendi[1] studi dan penelitian-penelitian tersebut ada yang dilakukan dalam rangka untuk meraih gelar akademik pada jenjang tertentu maupun penelitian lepas yang dilakukan tidak dalam rangka meraih gelar akademik tertentu. Karya-karya yang dimaksud yakni:

  1. Shalleh Saidi, Radja Ali Hadji Sebagai Penulis dan Pembitjaraan Beberapa Karjanya, Tesis untuk meraih gelar magister dalam bidang Ilmu Sastra Indonesia, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. 1966. Penelitian ini hanya mengupas karya-karya Raja Ali Haji dari aspek sejarah dan sastra, sehingga tidak bisa mewakili luasnya cakrawala pemikiran Raja Ali Haji seperti pemikiran keagamaan dan politiknya.
  2. Juramadi Esram, Konsep Pemerintahan Menurut Raja Ali Haji, Skripsi untuk meraih gelar sarjana pada Fakultas Filsafat, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1989. Penelitian hanya membahas buah pikiran Raja Ali Haji dalam masalah pemerintahan secara umum.
  3. Mahdini, Konsep Raja dan Kerajaan Dalam Tsa-marat al Muhimmah Karya Raja Ali Haji, Disertasi untuk meraih gelar doktor pada program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN), Yogyakarta, 2002. Penelitian ini mencoba mengungkap keterkaitan intertekstual antara kitab Tsamarat al Muhimmah dengan naskah-naskah melayu yang memiliki kemiripan tema seperti Tâj as-Salâtin karya Bukhari al-Jauhari, Sulâlat as-Salâtin atau Sejarah Melayu karya Tun Sri Lanang, dan Bustan as-Salâtin karya Nuruddin al-Raniri.
  4. Achmad Syahid, Pemikiran Politik dan Tendensi Kuasa Raja Ali Haji, Disertasi untuk meraih gelar doktor pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2007. Penelitian yang di lakukan Achmad Syahid dalam disertasi ini memang relatif lebih komperhensif mengkaji tentang pemikiran politik (political thought) Raja Ali Haji dalam kitab Muqaddimah fi Intizhâm dan Tsamarât al-Muhimmah meski pun tidak mengupas maha karya Raja Ali Haji yang melegenda yaitu Gurindam Dua belas yang juga sarat dengan pemikiran politik.
  5. Abu Hassan Sham, Puisi-puisi Raja Ali Haji, diterbitkan oleh Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia, Kuala Lumpur, 1993. Karya setebal lebih dari 800 halaman ini merupakan kodifikasi karya-karya puisi Raja Ali Haji. selain berisi puisi-puisi Raja Ali Haji, buku ini juga membahas tentang perkembangan kesusasteraan Melayu di Pulau Penyengat beserta generasi kepenulisan dari kalangan Bangsawan Bugis di Riau-Lingga.
  6. Mahdini, Tsamarât Al-Muhimmah Pemikiran Raja Ali Haji Tentang Peradilan, diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru, 1999. Penelitian ini merupakan kajian filologi atas kitab Tsamarât AlMuhimmah.
  7. Hasan Junus, Raja Ali Haji Budayawan Di Gerbang Abad XX, diterbitkan oleh Unri Press, Pekanbaru, 2002. Karya ilmiah ini merupakan kajian biografi Raja Ali Haji, termasuk lingkungan kehidupan sebelum Raja Ali Haji dan sesudahnya.
  8. Hasan Junus, et.al., Sejarah Perjuangan Raja Ali Haji Sebagai Bapak Bahasa Indonesia, diterbitkan oleh Unri Press, Pekanbaru, 2004. Karya yang berisikan biografi dan kepeloporan Raja Ali Haji dalam bidang bahasa ini merupakan proyek Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka pengusulan sosok Raja Ali Haji sebagai Pahlawan Nasional.
  9. Irwan Djamaluddin, Mengisi Roh Ke Dalam Jasad Upaya Memaknai Pesan Ayat-Ayat Gurindam Dua belas Raja Ali Haji Sebagai Ideologi Untuk Menggugat Semangat Zaman, diterbitkan oleh Penerbit Navila, Yogyakarta, 2007. Karya ini merupakan upaya interpretasi gurindam dua belas dengan cara memberi makan pada setiap huruf yang ada dalam setiap kata dengan sebuah kalimat dengan menggunakan metode othak athik mathuk.[2]
  10. Muhammad Lazim and Zulfan Efendi, Corak Fikih Siyasah Dalam Pemikiran Raja Ali Haji (1808-1873) diterbitkan oleh STAIN Sultan Abdurrahman Press, Bintan, 2019. Karya ini merupakan hasil dari tugas riset penelitian yang menjadi bagian dari pengejawantahan tridarma perguruan tinggi; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan sebagai respons atas kondisi yang melingkupi masyarakat,[3]

[1] Lazim and Efendi, “CORAK FIKIH SIYASAH DALAM PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI (1808-1873),” 38.

[2] Daeng Rusnadi, “Kata Sambutan Bupati”, dalam Pengantar buku Irwan Djamaluddin, Mengisi Roh Ke Dalam Jasad Upaya Memaknai Pesan Ayat-Ayat Gurindam Duabelas Raja Ali Haji Sebagai Ideologi Untuk Menggugat Semangat Zaman,(Yogyakarta, Penerbit Navila, 2007), h. v  

[3] Lazim and Efendi, “CORAK FIKIH SIYASAH DALAM PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI (1808-1873),” 38.