Isu Global E-Leraning, E-book, E-Journal

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mempengaruhi semua aspek yang ada, seperti aspek ekonomi, budaya, politik, sosial, pertahanan keamanan, pekerjaan rumah tangga bahkan dunia pendidikan sekalipun. Melihat peran penting TIK dalam pembelajaran, maka pada pelaksanaannya banyak sekali model pembelajaran yang telah dikembangkan untuk memecahkan masalah belajar dan pembelajaran. Salah satu model tersebut ialah model pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Model pembelajaran TIK banyak melahirkan istilah seperti web-based learning, online learning, distance learning, e-learning, e-books, e-jurnal, dan sistem informasi manajemen. [1]

  1. E-Learning

E-laerning adalah semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi. Sampai saat ini, pemakaian e- learning sering digunakan untuk semua kegiatan pendidikan yang menggunakan media komputer atau internet (Empi Effendy dan Hartono Zhuang, 2009: 6). Hingga e-learning identik sekali dengan media komputer dan internet. Melalui komputer peserta didik dapat belajar sendiri dengan terprogram ataupun tidak terprogram. Tidak terprogram seperti akses informasi di internet menggunakan mesin pencarian (Daryanto, 2011: 149). Sejatinya komputer akan memudahkan dalam pembelajaran jika dibarengi dengan penggunaan internet.

Menurut Rusman, dkk e-learning terdiri atas dua bagian yakni e‟ singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti „pembelajaran‟. Sehingga e-learning berarti pembelajaran menggunakan bantuan perangkat elektronik seperti perangkat komputer atau perangkat lainnya (Rusman, 2011: 60). Perangkat elektronik banyak jenisnya, namun dalam e-learning lebih cocok menggunakan internet. Menurut Ali Mudlofir,dkk e-learning merupakan teknologi informasi dalam pendidikan dengan bentuk sekolah maya yang semua proses belajar mengajarnya dilakukan secara virtual denga materi yang bisa di download sendiri (Ali Mudlofir, 2016: 174). Idealnya pembelajaran yang baik yakni yang membebaskan pembelajar dalam belajar. Sesuai dengan tersebut diatas pelajar mudah mendownload sendiri materi dan mengatur sendiri belajar virtualnya.

Pendapat di atas sejalan dengan pendapat Hamzah B.Uno pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metode pengajaran yang mana aktivitas pengajaran dilakukan dilakukan terpisah dari aktivitas belajar. Pemisahannya dapat berupa jarak fisik dan jarak non fisik (Hamzah dan Nina Lamatenggo, 2011: 103).  Pembelajaran yang baik adalah pembealajran secara tatap muka dan di dukung pembelajaran jarak jauh menggunakan internet sebagai pelengkap belajar. Pembelajaran jarak jauh ditandai dengan tidak adanya kontak berupa tatap muka langsung dan komunikasinya dijembatani dengan media seperti televisi, komputer, telepon, internet, radio, video dan sebagainya (Munir, 2012: 16). Penulis sendapat dengan pendapat diatas yang menyatakan bahwa e-learning memiliki makna yang sama dengan pendidikan jarak jauh, yakni tidak adanya kontak berupa tatap muka langsung dan komunikasi langsung.

Ada banyak terminologi pada kata e-learning, seperti virtual class, e-training, online learning, virtual learning, dan lain-lain. Tetapi, satu hal yang jelas, e-learning merupakan istilah generik dari pendayagunaan teknologi elektronik untuk pembelajaran (Munir, 2012: 33). Banyak arti namun dapat disimpulkan dengan pendayagunaan alat elektronik untk belajar dalam kelas virtual menggunakan internet. Selain pendapat di atas, menurut Rusman, pembelajaran berbasis WBE (Web-Based Education) atau kadang disebut  E-learning (electronic learning) diartikan sebagai aplikasi teknologi web dalam pembelajaran untuk menunjang proses pendidikan serta memanfaatkan internet selama proses belajarnya (Munir, 2012: 33). Arti e-learning tidak hanya dipahami sebagai pembelajaran yang menggunakan alat elektronik seperti komputer dan lainnya saja, namun lebih luas dari itu, e-learning merupakan istilah generik dari pendayagunaan teknologi elektronik untuk pembelajaran.

Berdasarkan uraian tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa E-laerning adalah semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi e-learning sering  diidentikkan dengan pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan internet selama proses belajarnya. Pendidikan jarak jauh sama dengan e-learning. E-learning merupakan istilah generik dari pendayagunaan teknologi elektronik untuk pembelajaran.

  1. E-Book

Digital Book atau sering disebut E-Book (Electronic Book) dalam dunia pendidikan merupakan publikasi berupa teks dan gambar dalam bentuk digital yang diproduksi, diterbitkan, dan dapat dibaca melalui komputer atau alat digital lainnya (Alwan, 2018: 29). Digital Book merupakan buku elektronik dari sebuah buku tradisional dengan fitur digital yang dapat membantu pembaca dan merupakan alat yang menarik bagi kebanyakan peserta didik. Digital book menjadi bukti perkembangan teknologi canggih yang diharapkan dapat berkembang dari masa ke masa untuk memperbaharui buku kertas tradisional untuk masa depan prospektif (Jannah, dkk, 2017: 186).

E-book merupakan bentuk digital dari sebuah buku yang berisi informasi tertentu. Buku elektronik memiliki format penyajian yang runtut, baik bahasanya, tinggi kadar keilmuannya, dan luas pembahasannya (Aan Prabowo dan Heriyanto, 2013: 13). Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar (Wiji Suwarno, 2016: 136). Buku elektronik diminati karena ukurannnya yang kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan (Wiji Suwarno, 2016: 136). Buku elektronik atau electronic book atau ebook secara sederhana dapat dilihat dalam segala teks yang tersaji dalam bentuk dokumen yang dibuat dengan wordprocessor, HTML atau XML. Buku elektronik terdiri dari dua hal yaitu buku itu sendiri dan alat bacanya (Pendit, 2008: 38). Secara sempit, dapat juga dikatakan bahwa buku elektronik adalah buku cetak yang diubah-ubah menjadi elektronik untuk dibaca di layar monitor (Pendit, 2008: 40).  Jadi, dapat disimpulkan bahwa buku elektronik merupakan bentuk digital dari sebuah buku yang tersaji dalam bentuk dokumen dalam bentuk wordprocessor, HTML atau XML. Dalam membaca buku elektronik tidak seperti buku tercetak karena dibutukan media khusus dalam membacanya yaitu layar monitor.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa buku elektronik merupakan bentuk digital dari buku tercetak yang berisi ilmu pengetahuan dalam penyajiannya memiliki format tersendiri dan dibuat dengan wordprocessor, HTML atau XML. Tentunya karena buku tercetak dan buku elektronik mempunyai perbedaan maka pemustaka harus efektif dalam pemanfaatan buku elektronik tersebut. Dalam buku The Whole Digital Library Handbook disebutkan bahwa quality content is one of the key factors in providing an effective e-book model, (Diane Kresh, 2007: 278) yang artinya adalah kualitas isi daripada buku elektronik itu sendiri merupakan faktor utama dalam melihat model buku elektronik tersebut.

  1. E-Jurnal

Jurnal online atau yang biasa juga disebut dengan jurnal elektronik adalah jurnal yang menyajikan karya-karya ilmiah yang dapat diakses melalui jaringan komputer dan internet. Jurnal dari kata journal (Bahasa Perancis) berarti catatan peristiwa dari hari ke hari. Jurnal dari kata journei (Bahasa Inggris) berarti catatan sidang-sidang parlemen dari hari ke hari. Penggunaan kata jurnal untuk berbagai bidang juga membawa arti yang bervariasi. Misalnya jurnal dalam bidang ekonomi menunjukkan sistem pembukuan rangkap. Jurnal dalam bidang pelayaran diartikan sebagai logbook berarti buku untuk mencatat semua kejadian selama pelayaran (Lasa HS, 2009: 129). Jurnal merupakan representasi dari pengetahuan baru tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang dilaksanakan secara empiris dan biasanya merupakan gagasan yang terbaru. Sedangkan jurnal elektronik atau e-journal adalah jurnal yang segala aspek (penyiapan, review, penerbitan dan penyebaran) dilakukan secara elektronik (Arif Nurochman, 2011: 12). 

Jurnal sebenarnya merupakan publikasi ilmiah yang memuat informasi tentang hasil kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi minimal harus mencakup kumpulan/kumulasi pengetahuan baru, pengamatan empiris dan pengembangan gagasan atau usulan. Dengan demikian, jurnal merupakan representasi dari pengetahuan baru tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang dilaksanakan secara empiris dan biasanya merupakan gagasan yang terbaru. Sedangkan jurnal elektronik atau e-journal adalah jurnal yang segala aspek (penyiapan, review, penerbitan dan penyebaran) dilakukan secara elektronik (Arif Nurochman, 2011: 12). 

Dari beberapa pengertian di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa, jurnal elektronik adalah jurnal yang dalam bentuk penyajian dan penyebarannya kepada para pemustaka disajikan dalam bentuk elektronik, baik dalam bentuk CD ROM, disket atau media penyimpanan elektronik lainnya.


[1] Mahdayeni, “Isu-Isu Global : E-Learning, E-Book E-Journal Dan Sistem Informasi Pendidikan” (Jambi, 2020), 311–326.