Sarana Berpikir Ilmiah Dalam Pengetahuan Dan Kehidupan Sosial

Berpikir merupakan ciri utama bagi manusia. Inilah perbedaan utama antara manusia dan binatang yaitu terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatang dipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yang diinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Dengan demikian sering kita melihat seekor monyet yang menjangkau secara sia-sia benda yang dia inginkan, sedangkan manusia yang paling primitif pun telah tahu mempergunakan bandringan (ketapel), atau melempar dengan batu.

Itulah sebabnya manusia sering disebut sebagai makhluk homo faber yaitu: makhluk yang membuat alat; dan kemampuan membuat alat itu didapatkan dari pengetahuan.

Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Dengan berpikir, manusia dapat mengubah keadaan alam sejauh akal dapat memikirkannya. Berpikir disebut juga sebagai proses bekerjanya akal. Manusia dapat berpikir karena manusia berakal sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang berakal.

Pengertian sarana berpikir ilmiah

Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh”. Sarana ilmiah merupakan suatu alat, dengan alat ini manusia melaksanakan kegiatan ilmiah. Pada saat manusia melakukan tahapan kegiatan ilmiah diperlukan alat berpikir yang sesuai dengan tahapan tersebut. Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena manusia berpikir mengikuti kerangka berpikir ilmiah dan menggunakan alat-alat berpikir yang benar.[1]

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang berpikir. Proses berpikir manusia memunculkan berbagai ilmu pengetahuan. Berpikir disebut juga sebagai proses bekerjanya akal, manusia dapat berpikir karena manusia berakal. Dengan akal inilah manusia dapat berpikir untuk mencari kebenaran hakiki.

Berpikir banyak sekali macamnya, namun secara garis besar dapat dibedakan antara berpikir alamiah dan berpikir ilmiah. Berpikir alamiah adalah pemikiran yang biasa, yaitu berdasarkan kehidupan sehari-hari, seperti memikirkan nanti mau beli apa, atau berpikir untuk pergi kemana. Sedangkan pemikiran ilmiah adalah pemikiran yang didasarkan pada keilmuan.

Untuk mendapatkan ilmu diperlukan sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir diperlukan untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik dan teratur. Sarana berpikir ilmiah ada empat, yaitu: bahasa, logika, matematika dan statistika.[2] Sarana berpikir ilmiah berupa bahasa sebagai alat komunikasi verbal untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain, logika sebagai alat berpikir agar sesuai dengan aturan berpikir sehingga dapat diterima kebenarannya oleh orang lain, matematika berperan dalam pola berpikir deduktif sehingga orang lain lain dapat mengikuti dan melacak kembali proses berpikir untuk menemukan kebenarannya, dan statistika berperan dalam pola berpikir induktif untuk mencari kebenaran secara umum.

Tujuan sarana berpikir ilmiah

Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik, sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk bisa memecahkan masalah kita sehari-hari.[3]

Harus dibedakan antara tujuan mempelajari sarana ilmiah dan tujuan mempelajari ilmu. Tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah agar dapat melakukan kegiatan penelaahan ilmiah. Untuk memaksimalkan kemampuan manusia dalam berpikir menurut kerangka berpikir yang benar maka diperlukan pengetahuan tentang sarana berpikir ilmiah dengan baik pula. Manusia mempelajari ilmu agar dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya. Dengan ilmu yang telah dipelajarinya manusia dapat meningkatkan kemakmuran hidupnya.

Fungsi sarana berpikir ilmiah

”… fungsi sarana ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah, dan bukan merupakan ilmu itu sendiri”.[4]

Sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kegiatan ilmiah secara menyeluruh dalam mencapai suatu tujuan tertentu.[5] Keseluruhan tahapan kegiatan ilmiah membutuhkan alat bantu yang berupa sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir ilmiah hanyalah alat bantu bagi manusia untuk berpikir ilmiah agar memperoleh ilmu. Sarana berpikir ilmiah bukanlah suatu ilmu yang diperoleh melalui proses kegiatan ilmiah.

[1] Suriasumantri, Jujun S. 2003. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

[2] Ibid

[3] Ibid

[4] Ibid

[5] Ibid