Superioritas Kepmemipinan

Era globalisasi pendidikan menuju 4.0 telah merambah ke dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia, era ini sangant menuntut sekolah untuk melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan yang berdaya saing global. Upaya yang harus dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Fokus utama yang harus diperhatikan dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah peningkatan lembaga sekolah sebagai basis utama pendidikan, baik aspek manajemen, sumber daya manusianya, maupun sarana dan prasarananya.

Pendidikan di Indonesia pada era globalisasi dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di bidang pengetahuan serta mampu bersaing di dunia teknologi juga memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi, sehingga dimanapun berada selalu memberikan karya terbaik bagi bangsa dan negaranya. Pendidikan merupakan  faktor  utama  dalam  pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan  sangat  berperan dalam membentuk baik  atau buruknya  pribadi manusia menurut  ukuran normatif.  Sekolah sebagai organisasi, di dalamnya terhimpun unsur-unsur yang masing-masing baik secara perseorangan maupun kelompok melakukan hubungan keja sama untuk mencapai tujuan. Unsur-unsur yang dimaksud,  tidak  lain  adalah  sumber daya manusia  yang  terdiri dari kepala sekolah, guru-guru, staf, peserta  didik  atau  siswa, dan orang  tua  siswa.

Superioritas kepemimpinan dalam lembaga pendidikan telah digambarkan sebagai penyelesaian pekerjaan melalui orang atau kelompok dan kinerja manajer akan tergantung pada kemampuannya sebagai manajer. Hal ini berarti mampu mempengaruhi terhadap orang atau kelompok untuk mencapai hasil yang diinginkan dan ditetapkan bersama. Agar tujuan dari lembaga pendidikan dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan siperioritas kepemimpinan yang terstruktur dan mengerti akan  tujuan pendidikan tersebut.

Suoerioritas dalam kepemimpinan di lembaga pendidikan mengandung nilai-nilai yang besar dalam kehidupan manusia baik di dunia maupun di akherat yaitu nilai-nilai ideal Islam. Dalam hal ini ada 3 kategori, yaitu dimensi untuk menegakkan kepemimpinan yang terstruktural, dimensi yang mendorong manusia untuk memanfaatkan dunia agar menjadi bekal bagi kehidupan akherat, dimensi yang mengandung nilai yang mendorong manusia berusaha keras untuk meraih kehidupan akherat yang membahagiakan.[1]

Efektivitas superioritas kepemimpinan dalam lembaga pendidikan belum banyak menjadi kajian dan pandangan di dalam penelitian untuk kemajuan pendidikan. Padahal superioritas kepemimpinan mempunyai peran penting dalam perbaikan mutu kepemimpinan yang terstruktural dalam lembaga pendidikan, termasuk di sekolah. Membahas tentang efektivitas kepemimpinan berarti menyangkut manusia. Manusia mempunyai hakikat di dalam dirinya untuk mengendalikan diri sendiri maupun orang lain dengan menggunakan kekuasaannya.

Superioritas Kepemimpinan Pendidikan

Superioritas kepemimpinan dalam dunia pendidikan adalah hal utama dan paling penting dala struktural di dunia pendidikan terutama dalam era globalisasi pendidikan modern 4.0. Superioritas kepmimpinan pendidikan tidak lepas dari pembawaan dan gaya kempemimpinan yang dimiliki oleh jabatan tertinggi di sekolah dalam hal ini kepala sekolah. Kepala sekolah memegang tanggungjawab 90% penuh terhadap jalannya kepemimpinan di sekolah.

Menurut Griffin dan Ebert, kepemimpinan (leadership) adalah proses memotivasi orang lain untuk mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[1] Menurut Lindsay, kepemimpinan adalah upaya merealisasikan tujuan perusahaan dengan memadukan kebutuhan para individu untuk terus tumbuh berkembang dengan tujuan organisasi. Perlu diketahui bahwa para individu merupakan anggota dari perusahaan.[2] Peterson mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kreasi yang berkaitan dengan pemahaman dan penyelesaian atas permasalahan internal dan eksternal organisasi.[3] Kepemimpinan dari segi istilah dapat didefisinikan sebagai proses mempengaruhi orang lain untuk berbuat guna mewujudkan tujuan-tujuan yang sudah di tentukan. Superioritas Kepemimpinan selalu melibatkan upaya seseorang (pemimpin) untuk mepengaruhi perilaku seseorang pengikut atau para pengikut dalam suatu situasi. Kepemimpinan adalah proses menggerakkan manusia untuk meraih tujuan. Kepemimpinan memiliki tiga unsur: 1) Adanya tujuan yang menggerakkan manusia, 2) Adanya sekelompok orang, 3) Adanya pemimpin yang mengarahkan dan memberikan pengaruh kepada manusia.[4]


[1] 3 Griffin W. Ricky dan Ebert J. Ronald, Business, edisi-5, (New Jersey: Prentice Hall International Inc, 1999), hlm. 228.

[2] Lindsay M. William dan Patrick A. Joseph, Total Quality and Organization Development, (Florida: St. Lucie Press, 1997), hlm. 4.

[3] Peterson W. Marvin, Planning and Management for a Changing Environment, (San Francisco: Jossey-Bass Publishers, 1997), hlm. 192.

[4] Thariq As Suwaidan, Melahirkan Pemimpin Masa Depan, (Jakarta: Gema Insani, 2005), hlm. 10